Beranda Nasional Bebas Dari Sandera Covid, Helmi – Muslihan Deklarasikan Diri

Bebas Dari Sandera Covid, Helmi – Muslihan Deklarasikan Diri

281

MataBengkulu.com – Dengan mengucapkan rasa syukur pada Allah SWT, Helmi Hasan – Muslihan akhirnya mendeklarasikan diri sebagai Calon Guberur Provinsi Bengkulu dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Periode 2021-2025 usai melakukan proses pendaftaran di KPU Provinsi Bengkulu dan disaksikan oleh Bawaslu,  Sabtu (5/9).

Helmi Hasan menceritakan awal mula dirinya dan Muslihan diisukan positif covid-19, dan beritanya semakin meluas tentu menimbulkan keresahan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Soal Covid sudah clear tidak ada persoalan, ceritanya begini, pada hari Jumat, saya Helmi Hasan – Muslihan itu meminta untuk dilakukan test swab (di RSUD. M Yunus) , karena ini menjadi sbagai syarat pendaftaran, hari Jumat Swab dan kemudian hari Sabtu informasi sudah simpang siur kemana-mana tapi belum ada pengumuman resmi da ketika kami sampai di Jakarta,  karena saya ada  acara  di Kementrian ESDM janji bertemu dengan Profesor Syaroza, dan kemudian datang kesana diterima dengan baik, hari selasa dan kemudian kita ngobrol makan begitu, saling memberikan cendera mata.

Diisukan Positif Covid dari hasil pemeriksaan RSUD. M Yunus, Helmi-Muslihan Lakukan Swab ulang di Dua Rumah sakit rujukan Covid di jakarta

Mendengar berita simpang siur bahwa Helmi Hasan – Muslihan Positif covid- 19, mereka melakukan second opinion (tes ulang sebagai pembanding) di dua rumah sakit rujukan Covid-19 Kementrian Kesehatan.

“Sebelumnya kita sudah tau informasi itu,  dan langsung melakukan swab pembanding di Mayapada Hospital dan Rumah Sakit Pelni, rumah sakit Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, dua rumah sakit yang kita inginkan agar kemudian betul-betul hasilnya bisa dipahami bahwasanya itu dilakukan oleh rumah sakit yang ditunjuk oleh Kementrian Kesehatan,”papar Helmi.

Informasi yang  menyebut Helmi – Muslihan Positif Covid- 19 tidak hanya meresahkan masyarakat Provinsi Bengkulu, tetapi juga telah meresahkan beberapa pegawai kementrian pusat hingga melakukan tes swab, karena sempat kontak dengan Helmi Hasan. namunsecara perlahan keresahan itu mereda setelah keluarnya hasil pemeriksaan di dua rumah sakit rujukan penanganan Covid nomor satu dari kementrian Kesehatan.

“Malam jam delapan kurang lebih saya ditelpon oleh pak Adlin dan juga profesor, dia katakana melhat di tv ada informasi bahwa Pak Helmi positif Covid, saya katakan tidak, dia bilang bagaimanaa buktinya, saya bilang kita punya bukti hasil swab, ada dari Pelni ada juga dari Mayapada Hospital dan akhirnya ESDM seluruhnya juga ikut swab malam itu juga, begitu mulai dari Profesor sampai seluruhnya kurang lebih 10-15 orang diswab malam itu dan tidak ada satupun yang positif, semuanya negatif,”tutur Helmi

Helmi Hasan melanjutkan kisahnya yang sempat dijauhi oleh keluarga dan masyarakat, sehingga meminta sejumlah media untuk mengklarifikasi.

Nah mungkin ini informasi yang perlu kami sampaikan, sehinggga terimakasih jika ini dapat diklarifikasi, karena ini  beritanya viral saya positif itu, betul-betul keluarga telephon nggak mau dekat dan tetangga dekat saya mau sholat di masjid pun orang melirik – lirik, sehingga ini memang perlu diklarifikasi dan muda-mudahan ini forum bisa untuk klarifikasi itu karena kedua rumah sakit itu bukan abal-abal, Rumah Sakit Pelni itu nomor satu rekomendasi dari Menteri Kesehatan, Mayapada juga rekomendasi dari Menteri Kesehatan, begitu.

Soal siapa yang salah, Helmi tidak mau menunjuk siapa yang salah, yang terpenting adalah kami Helmi Hasan – Muslihan sudah ditentukan negative Covid.

“saya tidak berani mengatakan ada nuansa politik atau tidak, tetapi covid itu saya bilang ada dua sekarang, Covid politik dan Covid medis, tapi Alhamdulillah secara politis dan secara medis kami telah terbebaskan dari Covid itu, dan muda-mudahan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menjadikan masyarakat bahagia,” tutupnya dengan canda. (Mantik)