Beranda Ekonomi & Bisnis Coffee shop D’Bogies Optimis Maju Meskipun Ditengah Pandemi

Coffee shop D’Bogies Optimis Maju Meskipun Ditengah Pandemi

491

MataBengkulu.com – Meskipun masih dilanda wabah pandemi Covid-19. Dan banyak pelaku usaha yang terdampak akibat virus Corona. Namun Mahyudi Okmantik sebagai seorang anak muda Bengkulu, dia malah berani mendobrak dengan membuka usaha kedai Coffee Shop yang diberi nama D’Bogies Coffee dan Mantik panggilan akrabnya mempunyai keyakinan bahwa usaha yang baru dilaunching tersebut bisa maju dan berkembang, “Jadi salah satu latar belakang saya membuka usaha kedai Coffee Shop ini. Meskipun kita ditengah pandemi. Saya melihat peluang untuk maju dan berkembang. Saya pun optimis usaha ini bisa maju. Karena memang kopi kita di Bengkulu ini, sebenarnya sudah banyak dilirik daerah lain. Kota-Kota besar lain banyak yang memakai kopi kita Bengkulu sebagai andalan Coffee Shop mereka, seperti Jakarta, Bandung serta daerah lainnya,” ungkap Mantik saat diwawancarai usai launching D’Bogies Coffee, Sabtu (22/5).


Sebagai Owner D’Bogies Coffee. Mantik yang sebelumnya pernah bekerja di RBTV ini menerangkan pada awal perjalanan kedai kopinya ini, dimana D’Bogies Coffee terletak di Jalan Rafflesia No.2 Kelurahan Nusa Indah, tidak jauh dari Kedai Bakso O’Bos itu menawarkan berbagai minuman dan French Fries. Minuman yang mereka tawarkan bervariasi dengan harga lumayan terjangkau untuk kantong masyarakat Kota Bengkulu, “Kita tawarkan minuman Coffee maupun Non Coffee. Kemudian kopi yang kita tawarkan adalah jenis kopi premium petik merah. Kalau selama ini, masyarakat Bengkulu awam dengan kopi premium. Tapi seiring berjalan waktu dan perkembangan zaman, saya yakin lambat laun para penikmat kopi di Bengkulu akan beralih konsumsi kopi premium, dan kopi tersebut asli produk hasil pertanian petani kopi lokal kita, dari daerah seperti Kepahiang, dan Curup. Saya membuka usaha ini sekaligus ingin mengedukasi masyarakat Bengkulu, bahwa potensi kopi premium kita tidak kalah dengan daerah lainnya. Sehingga kedepan masyarakat Bengkulu tidak hanya kenal dengan kopi tradisional seperti kopi bubuk 1001,” jelas Mantik.


Adapun apa yang jadi menu andalan, kemudian apa beda D’Bogies Coffe dengan kedai kopi lainnya yang ada di Bengkulu? Mantik mengatakan secara spesifik tidak terlalu ada perbedaan, “Pada prinsipnya kita sebenarnya sama aja dengan kedai Coffe Shop lainnya. Cuma, ada kawan-kawan yang memang suka kopi. Tapi ketika dia ngopi, asam lambungnya naik. Itu terjadi pada saya sebagai penikmat kopi. Tapi ada beberapa kopi yang saya minum, walaupun banyak dia tidak membuat asam lambung saya naik. Sehingga tetap enak dan yang kami jual, kalau bagi saya pribadi tidak membuat asam lambung naik. Tapi kalaupun ada kopi yang bisa bikin asam lambung naik, itu akan kita sampaikan dulu kepada konsumen. Apakah dia punya riwayat asam lambung atau tidak? Kalau punya asam lambung kita sarankan kopi yang tidak mengakibatkan asam lambung naik. Dan kedepan, mudah-mudahan saya yakin bisa maju. Kalau menu andalan, hampir bisa dikatakan seluruh kopi yang kita tawarkan andalan, sebab itu kopi premium, kita ada kopi gula aren, termasuk kopi pokat, semuanya enak. dari testimoni kawan-kawan yang datang, setelah mereka mencoba minum kopi kita alhamdulillah mereka recomended terhadap D’Bogies Cofffee,” pungkas Mantik. (id.)