Beranda Nasional Gubernur Bengkulu : Semalam di SeMaKu merupakan ajang kreasi bangkitkan budaya dan...

Gubernur Bengkulu : Semalam di SeMaKu merupakan ajang kreasi bangkitkan budaya dan wisata daerah SeMaKu

200

MataBengkulu.com – Ragam kesenian daerah dari tiga wilayah Kabupaten yang terdiri dari Seluma, Manna dan Kaur (SeMaKu) ditampilkan dalam konsep acara “Semalam di SeMaKu”, di Gedung Pemuda Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat malam (6/5/2022).

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang membuka acara ini mengatakan Semalam di SeMaKu sekaligus merupakan ajang silaturahmi dan halal bihalal tokoh Semaku dan jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Semaku.

Selain itu, pentas seni dan budaya yang mengusung tema Kreasi Seni Budaya Semaku dilaksanakan dalam rangka melestarikan budaya dan membangkitkan geliat pariwisata Provinsi Bengkulu dan terkhusus di ketiga wilayah Kabupaten Seluma, Manna dan Kaur.

”Acara Semalam di Semaku malam ini jangan hanya sekedar seremonial namun harus terus ditindaklanjuti hingga nantinya mampu melestarikan budaya dan membangkitkan wisata,” katanya.

Ia juga berharap nantinya Ika semaku yang merupakan rumah besar warga Semaku terus berkreasi. Juga menjadi wadah mengembangkan budaya dan wisata. Sehingga nanti mampu menghasilkan karya yang kongkrit seperti membuat album lagu Semaku juga dapat menggelar pentas seni.

“Wisata tidak akan bangkit tanpa dukungan budaya dan industri kreatif,” ujar gubernur.

Sementara itu, seniman-seniman Kaur ikut ambil bagian dalam sajian ini dengan menampilkan tari-tarian dan lagu daerah Kaur. Satu tim tari akan tampil dengan membawa tari kreasi Amare atau cinta. Tari ini diambil dari gerakan tari daerah Kaur yaitu tari Mabuk.

Pinti Puspita Sari pelatih dari sanggar Antan Betunas mengatakan, tari yang akan ditampilkan merupakan hasil kreasi yang diambil dari rentetan tari asli Kaur yaitu tari Mabuk, dimana tari mabuk ini menceritakan pergaulan anak-anak muda yang lagi mabuk kepayang. Sehingga tari amare ini berkisahkan tentang pergaulan anak-anak muda yang lagi jatuh cinta.

“Gerakan dasarnya dari tari Mabuk asli Kaur, terus kami kreasikan menurut alur cerita tari mabuk tersebut, yakni orang-orang yang lagi jatuh cinta,” papar Pinti.

Turut hadir dalam acara Wakil Bupati Bengkulu Selatan Rifa’i Tajuddin dan Ketua DPRD Bengkulu Selatan Barli Halim, dan jajaran Pemprov Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Selatan serta unsur Forkopimda Bengkulu Selatan, juga mantan Bupati Bengkulu Selatan Reskan Effendi,  tokoh adat serta tokoh masyarakat. (id.)