Beranda Ekonomi & Bisnis Info Penting, Per 1 Februari Solar yang Dijual SPBU Berbeda

Info Penting, Per 1 Februari Solar yang Dijual SPBU Berbeda

157

MataBengkulu.com – Jika anda memiliki kendaraan dengan bahan bakar solar, informasi ini penting disimak. Karena, mulai 1 Februari solar yang dijual di SPBU berbeda dengan solar selama ini.

Mulai 1 Februari nanti, solar yang dijual mengandung bahan bakar nabati (BBN) B35. Jenis solar tersebut berbeda dengan solar yang dipasarkan sejak hingga 31 Januari 2023. Kepastian penggunaan B35 ini tertuang dalam surat edaran Direktorat Jenderal EBTKE Nomor 10.E/EK.05/DJE/2022.

Penjelasan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana, penggunaan B35 untuk meningkatkan penyediaan energi bersih secara berkelanjutan.Implementasi program B35 merupakan langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia serta menekan impor solar,” kata Dadan Kusdiana dikutip dari laman Instagram @kesdm.Untuk diketahui, solar yang dijual tahun lalu menggunakan B30. Lalu pemerintah memutuskan pada tahun ini menggunakan B35.

B35 merupakan bahan bakar minyak solar dengan campuran bahan bakar nabati jenis biodiesel. BBN jenis biodiesel ini dengan bahan baku minyak sawit. Artinya kandungan solar yang dipasarkan, 65 persen minyak bumi yang berasal dari fosil, dan 35 persennya merupakan minyak kelapa sawit.Dengan menggunakan B35, manfaat yang didapati mengurangi emisi polutan dan meningkatkan kualitas udara lingkungan.

Penggunaan B35 ini diputuskan dalam sidang kabinet paripurna 6 Desember 2022 lalu. Keputusan tersebut dilanjutkan penetapan alokasi biodiesel sepanjang tahun 2023 sebesar 16,65 juta kiloliter oleh Kementerian ESDM. Kebijakan ini dianggap mampu menyeimbangkan pasokan sawit di pasar global agar harganya tidak diperpanjang karena kelebihan pasokan.

Kebijakan menggunakan B35 ini juga akan berdampak bagi petani kelapa sawit. Karena kebutuhan CPO sebagai bahan baku biodiesel akan meningkat sampai 12,25 juta ton.

Program B35 ini bukan-lah akhir bagi pemerintah. Karena jauh sebelum ini pemerintah sudah menetapkan program B80 dan B100. Pemerintah sedang mempersiapkan rencana ini, sehingga nantinya dalam beberapa tahun ke depan, targetnya bahan bakar yang dipasarkan 100 persen minyak kelapa sawit.(id.)