Beranda Covid-19 Insentif belum di bayarkan puluhan Nakes akan mogok kerja

Insentif belum di bayarkan puluhan Nakes akan mogok kerja

274

Matabengkulu.com – Lantaran insentif belum dibayarkan, puluhan tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani Covid-19 di RSUD M Yunus (RSMY) Bengkulu, Selasa (19/1) pagi mendatangi kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Mereka mempertanyakan insentif penanganan Covid-19 yang sejak Juni 2019 hingga sekarang belum juga dibayarkan. Perwakilan perawat dan bidan RSMY, Saleh menyampaikan, pihaknya akan melakukan mogok kerja, jika hingga Februari mendatang, insentif mereka masih belum juga dibayarkan. “Kalaupun dalam 1 bulan yang dijanjikan tadi insentif kita belum juga dibayarkan, maka kami akan istirahat dulu. Walaupun ada SK kami tidak mau menjalankan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, berdasarkan regulasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bahwa 1 orang perawat akan mendapatkan Rp 7,5 juta untuk perawat dan bidan. Sedangkan untuk dokter sebesar Rp 10 juta dan dokter spesialis itu sampai dengan Rp 15 juta. Serta untuk petugas kesehatan lain-lain seperti radiologi itu hanya Rp 5 juta.

Menyikapi hal ini, Anggota Banggar DPRD Provinsi, Edwar Samsi S.IP, MM menyampaikan apa yang menjadi aspirasi Nakes akan diakomodir. Menurutnya, dari informasi yang diperoleh dari BPKD Provinsi, sudah menyiapkan anggaran pembayaran insentif Nakes tersebut dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). “Sudah saya komunikasikan dengan ibu Noni Kepala BPKD Provinsi. Dimana akan dialihkan dana sebesar Rp 3,7 miliar yang ditransfer dari dana BOK untuk membayar insentif Nakes RSMY,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Zainal, S.Sos, M.Si dalam hearing menyampaikan bahwa pada Senin (25/1) depan akan memanggil OPD terkait untuk membahas terkait insentif tersebut. Pihaknya juga akan mengundang perwakilan dari para Nakes RSUD M Yunus untuk ikut dalam rapat tersebut. “Senin (25/1) kita akan undang pihak-pihak terkait, mulai dari Dinkes, BPKD, serta Sekda untuk menjelaskan persoalan insentif ini agar jelas. Nakes juga akan diminta hadir,” demikian Zainal. (id.)