Beranda Hukum Janda Penipu Emak-emak Sembako Murah, Digerebek Saat Malam Mingguan

Janda Penipu Emak-emak Sembako Murah, Digerebek Saat Malam Mingguan

196

Matabengkulu.com – Terduga pelaku penipuan dengan modus menjual bantuan sosial dengan harga murah berhasil diamankan.

Pelaku berinisial M (35) digerebek oleh korbannya sendiri, pada Sabtu (14/1) malam.

Keberadaan pelaku diketahui oleh salah satu kerabat korban, sedang berada di dalam sebuah rumah warga di kawasan Pondok Besi, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Koban yang ikut menyaksikan penggerebekan, Meitika (28) mengatakan saat digerebek M sedang tidur bersama anaknya.

“Malam Minggu sekitar jam 10, rame yang gerebek, ada RT sama aparat juga ikut,” ujar Meitika, Senin (16/1).

Meitika menjelaskan, informasi awal tentang keberadaan pelaku didapat dari adik sepupunya siang sebelum penggerebekan.

Awalnya para korban berniat langsung menggerebek pelaku, tanpa didampingi aparat dan perangkat pemerintah setempat.

Namun kabar lain yang menyebutkan bahwa di rumah tempat pelaku bersembunyi ditemani seorang pria.Kami takut ada teman prianya, karena itu setelah lapor aparat sama pak RT baru rame-rame datang ke lokasi itu,” kata Meitika.

Saat digerebek, pelaku mengaku uang hasil menipu ratusan emak-emak sudah tidak ada lagi. Alasannya pun berubah-ubah, untuk bayar hutang koperasi dan dibawa lari teman prianya.

Ketika didesak mengenai identitas teman pria yang disebut itu, M berdalih tidak mengetahui nama dan tempat tinggalnya.

“Sempat dibawa ke Polres Bengkulu, sudah itu dipindahkan lagi ke Polsek,” kata Meitika.

Sementara itu, mantan majikan sekaligus korban, Purnia Susianti (44) mengaku secara pribadi telah memaafkan perbuatan pelaku.

Kendati demikian Purnia tak mengetahui keinginan korban lainnya. “Kemarin dia sudah minta maaf, saya maafkan. Tapi ini korban nya banyak bukan cuma saya,” kata Purnia.

Menurut Purnia, M sempat mengutarakan niatnya untuk mengembalikan uang kerugian hasil tipu-tipu warga sekitar

Hanya saja M meminta waktu untuk mengumpulkan uang terlebih dahulu, sampai dirinya kembali mendapatkan kerja.

“Kalau warga (korban) ingin uang itu bisa dikembalikan, kalau tidak prosesnya diserahkan ke Polisi,” kata Purnia.(id.)