Beranda Nasional Jembatan Tanjung Agung Palik merupakan type A,dalam 2 tahun pengerjaan.

Jembatan Tanjung Agung Palik merupakan type A,dalam 2 tahun pengerjaan.

297

MataBengkulu.com – Jembatan Tanjung Agung Palik Bengkulu Utara, kini kokoh dan bisa dinikmati masyarakat. Jembatan rangka baja tipe A yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Agung Palik dengan Arga Makmur ini terbentang sepanjang 90 meter. Sebelumnya, jembatan semi permanen dengan lebar satu jalur, sempat dihantam banjir bandang beberapa tahun lalu.

“Ini merupakan jalur ekonomi masyarakat Bengkulu Utara dan juga Lebong. Pembangunan ini terwujud berkat sinergi Pemkab Bengkulu Utara bersama Pemprov, alhamdulillah sekarang sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, saat peresmian jembatan, Rabu (10.02.2021).

Pembangunan jembatan Tanjung Agung Palik merupakan Hibah lahan daerah adalah oleh Pemkab Bengkulu Utara seluas 1330 meter persegi. Lalu, pengerjaan fisiknya dilakukan oleh Pemprov Bengkulu melalui Dinas PUTR dengan dana APBD murni 2019 dan 2020.

“Dua tahun anggaran, karena memang bertahap pelaksanaannya, dan pemerintah berterima kasih atas partisipasi seluruh pihak, termasuk masyarakat. Ini tidak akan terwujud kalau masyarakat tidak mendukung,” imbuh Rohidin.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bengkulu Utara Ari Septia Adinata menuturkan, di Bengkulu Utara masih terdapat beberapa tugas pemerintah yang musti dikerjakan bersama-sama. Utamanya infrastruktur untuk mendukung mobilitas masyarakat yang menghubungkan dengan sentra-sentra produksi.

“Apresiasi untuk Pemprov Bengkulu yang merespon cepat pembangunan. Pemkab tentu siap bersinergi. Khusus untuk jembatan di jalur ini, kita yakin akan memberikan manfaat untuk mobilitas dan pergerakan ekonomi masyarakat. Ini sangat diidam-idamkan masyarakat,” ucap Wabup Ari.

Sementara, Kadis PUTR Provinsi Bengkulu Mulyani menceritakan, jembatan permanen rangka baja di Tanjung Agung sudah dirindukan masyarakat sejak 40 tahun lalu. Usai hibah lahan pada November 2019, pembangunan tahap pertama segera dilakukan. Lalu, badan jembatan dibangun pada tahun 2020 dan tuntas.

“Total pembangunan fisik untuk jembatan ini 19 miliar dengan dana APBD. Jembatan ini sudah sangat lama dirindukan masyarakat, kita sangat bersyukur kini jembatan bisa dinikmati masyarakat,” terang Kadis PUTR Mulyani.  (id.)