Beranda Nasional Jokowi Dukung Prabowo-Gibran setelah Gagal Bentuk Koalisi PDIP dan Gerindra

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran setelah Gagal Bentuk Koalisi PDIP dan Gerindra

66

Matabengkulu.com – Presiden Jokowi akhirnya merestui putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden atau cawapres pendamping Prabowo Subianto. Jokowi disebut-sebut mengatur perjodohan itu setelah gagal menduetkan Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto.

Jokowi menyampaikan angan-angan menduetkan Ganjar dan Prabowo dalam pertemuan dengan pengurus Partai Gelora di Istana Bogor, Jawa Barat, awal Mei lalu. “Ide besar Pak Jokowi, PDIP dan Gerindra bergabung menjadi tulang punggung dari koalisi besar.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan pembentukan koalisi PDIP dan Gerindra bertujuan memastikan keberlanjutan program pemerintah, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Partai Gelora sependapat negara memerlukan keberlanjutan program pemerintah demi menghadapi krisis global. “Kami setuju dengan ide itu,” kata Mahfudz.

Namun, upaya Jokowi membentuk koalisi antara PDIP dan Gerindra menemui jalan buntu. Kedua partai sama-sama bersikukuh mengusung jagoan masing-masing. Gerindra akhirnya mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sementara PDIP mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan partainya terbuka untuk menggaet Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Presiden 2024. Syaratnya, kata dia, Prabowo tetap menjadi calon presiden adalah keputusan mutlak.

Saya kira terbuka kalau Pak Ganjar mau ikut dengan Pak Prabowo dengan catatan Pak Prabowo calon presiden,” kata Hashim dalam acara deklarasi Prabowo.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku bingung dengan isu Prabowo akan berpasangan dengan Ganjar dalam Pilpres 2024. “Lho saya sendiri sampai bingung,” kata dia dalam Rapat Kerja Nasional atau Rakernas IV PDIP di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Djarot mengatakan sikap itu sekaligus menutup rumor yang memasangkan Ganjar dengan calon lain. Sebelumnya, banyak diisukan Ganjar akan menjadi cawapres Prabowo. “Artinya tidak mungkin, sekali lagi tidak mungkin, dan menutup kemungkinan sama sekali untuk diturunkan sebagai calon wakil presiden,” kata dia. ( Id.)