Beranda Ekonomi & Bisnis Pembangunan Infrastruktur merupakan urat nadi peningkatan perekonomian masyarakat

Pembangunan Infrastruktur merupakan urat nadi peningkatan perekonomian masyarakat

164

Matabengkulu.com _  Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya maksimal untuk melanjutkan pembangunan di Bumi Rafflesia tercinta ini.Mencakup pembangunan jalan Trans Pulau Enggano, pengembangan Bandara Enggano, update progress Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional di Bengkulu Tengah, serta pembangunan jalan tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu.

“Pembangunan insfrastruktur ini sebagai urat nadi untuk menghubungkan kawasan produksi dengan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mempercepat peningkatan nilai tambah perekonomian masyarakat kita,” papar Gubernur Rohidin kepada redaksi Mata Bengkulu (02/11/2022).

pembangunan yang dilakukan di Provinsi Bengkulu merupakan hasil kerja sama yang baik antar semua pihak yang didukung oleh masyarakat. Maka, cita-cita bersama untuk menjadikan Bengkulu Maju akan membuahkan hasil yang maksimal.

Enggano memiliki komoditas pertanian yang cukup unggul seperti pisang kepok, melinjo dan cengkeh, namun aksesnya masih terbatas. Inilah yang mesti di dorong, mulai dari pengembangan pelabuhan sebagai akses utama distribusi, insfrastruktur jalan, dan tentunya juga pengembangan bandara. Mengingat Enggano juga dikenal sebagai surga bahari tentu minat wisatawan juga tinggi, begitu juga dengan sektor perikanannya.

Pembangunan di Pulau Enggano juga harus melibatkan masyarakat adat yang merupakan masyarakat asli pulau tersebut.jangan sampai masyarakat lokal menjadi tamu di wilayahnya sendiri, oleh karena itu harus selalu melibatkan masyarakat adat di sana. Terutama mengenai perizinan pemanfaatan kawasan hutan di Enggano.

Saat ini akses transportasi di Enggano berupa jalan lingkar dengan aspal penetrasi sepanjang 22,7 Km, didukung dengan keberadaan Bandara Enggano sebagai bandara evakuasi, membuka daerah terisolir, membuka pertumbuhan ekonomi, alih moda dan pariwisata.

Bandara ini memiliki runway sepanjang 1.600 m x 30 m, area parkir pesawat 100 m x 80 m, taxi way 106 m x 23 m. Bandara yang berada di Kampung Pikek, Desa Banjarsari ini membutuhkan peningkatan sarana prasarana penunjang, rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana, maupun penyediaan jaringan telekomunikasi.

Sementara, untuk pengembangan pelabuhan sebagai jalur distribusi di Pelabuhan Malakoni dan Pelabuhan Kahyapu.

Jalan TOL.

Percepatan pembangunan tentu saja masih difokuskan pada keberadaan tol yang akan memberikan pengaruh positif pada berbagai sektor. Kelancaran transportasi akan memudahkan akses logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menunjang geliat pariwisata di Bumi Rafflesia.

Bila sebelumnya akses tol dirancang melintasi dari Kota Begkulu – Lubuk Linggau, saat ini telah dilakukan revisi agar tol juga melintasi wilayah Curup, Rejang Lebong.(Adv.id)