Beranda Daerah Pemprov Bengkulu usulkan DAK Bina Marga 2023 sebesar Rp.250 Miliar

Pemprov Bengkulu usulkan DAK Bina Marga 2023 sebesar Rp.250 Miliar

182

Matabengkulu.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Bina Marga Bidang Jalan Tahun Anggaran 2023 untuk seluruh Provinsi Bengkulu sebanyak total anggaran Rp250 miliar.

Pelaksana Tugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso di Bengkulu, Kamis, mengatakan bahwa dana sekitar Rp250 miliar lebih usulan DAK tersebut digunakan untuk jalan provinsi dan akan disinkronkan dengan jalan kabupaten.
“Sehingga nantinya dapat terkoneksi sesuai keinginan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” katanya.
Ia menjelaskan, total jalan provinsi yang dibangun dan diperbaiki tersebut memiliki panjang sekitar 1.650 kilometer yang terbagi di 10 kabupaten/kota dan nantinya ada jalan yang non status apakah diambil oleh provinsi atau kabupaten/kota.
Tejo menyatakan, untuk tahun 2022, anggaran yang tersedia kurang maksimal untuk pemeliharaan rutin jalan yang rusak di seluruh kabupaten/kota.

Dengan demikian, lanjutnya, maka untuk pemeliharaan jalan sepanjang 1.650 kilometer tersebut, total anggaran yang diajukan pada APBD-P adalah sebesar Rp40 miliar lebih untuk tahun depan.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan bahwa terkait dengan usulan DAK, di mana persoalan seluruh kabupaten/kota ini adalah sama jika terkait penganggaraan.
“Kadang-kadang tuntutan masyarakat bertubi-tubi menyampaikan keluhan ke kita, seakan-akan kita tidak peduli, padahal kita sebagai pemimpin daerah ini jika ada anggarannya tentu senang sekali kita untuk membangun infrastruktur itu. Maka dari itu dengan kondisi yang ada ini mari kita sama-sama berikhtiar,” ujar Rohidin Mersyah.

Gubernur Bengkulu juga mengemukakan bahwa agar usulan DAK tersebut dapat diterima, dirinya meminta adanya sinkronisasi data dari jalan yang ada di seluruh kabupaten dan kota, baik itu kondisi status jalannya maupun kondisi jalan yang ada tersebut.

Di sisi lain, Kepala Seksi Keterpaduan Infrastruktur Jalan BPJN, Firman Ali menyebutkan bahwa rencana strategis Bina Marga bidang jalan yaitu mempersingkat waktu tempuh, di mana dalam 100 kilometer jalan dapat ditempuh dalam dua jam lebih dan diharapkan dalam periode ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar sejam.
“Dalam indikator program aksesibilitas yaitu, mengkoneksikan pusat strategis kegiatan ataupun pusat kawasan, seperti pusat wisata, pusat ekonomi khusus serta dapat menghubungkan simbol-simbol transportasi dan menghubungkan pusat kegiatan nasional,” sebut Firman Ali.(id.)