Beranda Edukasi Perbedaan Antara Yahudi, Israel dan Zionis, Pahami agar Tak Salah

Perbedaan Antara Yahudi, Israel dan Zionis, Pahami agar Tak Salah

67

Matabengkulu.com – Semakin memanasnya perang antara Israel dengan Palestina, bermunculan istilah-istilah serupa tapi memiliki arti yang berbeda. Misalnya seperti kata Yahudi, Israel dan Zionis, sering dianggap sama.

Lalu, apa pengertian sebenarnya dari Yahudi, Israel dan Zionis? Serta apa perbedaan dari ketiganya tersebut?

Yahudi

Yahudi adalah kata yang berasal dari bahasa Ibrani, yaitu Yehud. Secara etimologi, Yahudi berasal dari kata Judah atau Yehudah. Mereka merupakan sebuah aliran atau agama.

Mengutip buku Yahudi dalam Lintas Budaya oleh Syamsudhuha Saleh, kata Yahudi memiliki pengertian yang bersifat umum, yaitu Yahudi adalah nama yang diberikan kepada setiap orang yang meyakini agama Yahudi, mempercayainya dan melaksanakan ritualnya. Dengan demikian maka Yahudi mengandung pengertian murni agama.

Menukil laman Britannica, di dunia modern definisi Yahudi yang dapat memuaskan semua orang hampir mustahil untuk dibuat. Sebab hal ini melibatkan isu-isu etnis dan agama yang kompleks dan kontroversial.

Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, mereka yang menganggap dirinya Yahudi pada umumnya akan diterima, meskipun orang itu mungkin tidak menjalankan ritual keagamaan. Sebab semua orang Yahudi setuju bahwa seorang anak adalah Yahudi jika salah satu orang tuanya adalah Yahudi.

Cedikiawan Quraish Shihab dalam bukunya M Quraish Shihab Menjawab, menjelaskan kata Yahudi nisbah kepada Yahud. Kata ini digunakan menunjuk sekelompok orang keturunan Nabi Ishaq, putra Nabi Ibrahim. Mereka juga lebih dikenal dengan orang Ibrani.

Menurut Quraish Shihab, di dalam Al-Qur’an tidak selalu dari mereka disebut dengan istilah itu. Istilah lain yang sering juga digunakan Al-Qur’an adalah al-Ladzina Hadu, Bani Israel, dan Ahl al-Kitab.

Israel

Menukil laman Annefrank, negara Israel didirikan setelah Perang Dunia Kedua, yakni pada 1948 setelah kejatuhan Khalifah Islamiyah dan Inggris yang meninggalkan tanah Palestina. PBB mendukung pembagian wilayah yang saat itu masih Palestina menjadi bagian Yahudi serta Arab, dan mereka mendukung pembentukkan negara baru yaitu Israel.

Meskipun Israel sebagai negara dengan penganut Yahudi terbanyak, tidak semua orang Israel adalah umat maupun warga Yahudi. Menurut data Israel Central Bureau of Statistics, populasi di Israel berjumlah 9,7 juta hingga Desember 2022.

Meskipun 70% adalah mayoritas Yahudi, ada juga 20% warga Arab. Sedangkan komunitas lain seperti Druze, Aram, Armenia, Assyria, Circassia, Samarita, hingga Maronite

Zionis

ZA Maulani dalam bukunya Zionisme: Gerakan Menaklukan Dunia, mengatakan zionisme merupakan sebuah gerakan politik yang didirikan oleh seorang wartawan Yahudi bernama Theodor Herzl. Agenda utama mereka adalah menghimpun orang-orang Yahudi yang telah berdiaspora sejak ribuan tahun untuk kembali ke tanah Palestina.

Istilah zionisme sendiri diambil dari kata zion yang dalam bahasa Ibrani berarti batu karang. Hal ini merujuk pada bagunan Solomon Temple yang dibangun di atas bukit karang yang bernama Zion yang terletak di sebelah Barat Daya Kota al-Quds atau yang lebih dikenal dengan Yerusalem.

Mengutip laman Britannica, zionisme termasuk gerakan nasionalis Yahudi. Mereka memiliki tujuan mendirikan negara nasional Yahudi di Palestina yang dianggap sebagai tanah air kuno orang Yahudi. Lewat gerakan zionisme ini lantas banyak orang-orang Yahudi yang eksodus ke Palestina sejak 1930.

Perbedaan Yahudi, Israel dan Zionis

Dari pengertian di atas mengenai Yahudi, Israel dan Zionis, sebaiknya tidak lagi kita mencampuradukkan ketiga kata tersebut. Kata zionis telah mendapat stigma buruk karena akan terus memperjuangkan negara Yahudi yang merdeka.

Bagi banyak Yahudi yang religius, Israel adalah tanah perjanjian. Namun, bagi orang Yahudi yang tidak beragama, mereka menghargai kenyataan bahwa ada negara di mana mereka bisa tinggal dalam kebebasan dan keamanan.

Tidak semua penduduk Israel adalah orang Yahudi, ada juga banyak kelompok non-Yahudi yang tinggal di Israel. Dan tidak semua orang Yahudi Israel adalah penduduk yang ingin menaklukkan lebih banyak lagi tanah Palestina.

Singkatnya, tidak semua orang Israel pasti mendukung gerakan Zionisme. Selain itu, tidak semua umat Yahudi juga tergabung ke dalam gerakan tersebut.