Beranda Kriminal Polresta Bengkulu Ciduk Diduga Pelaku Begal Resahkan Warga Kota, 14 Orang Diamankan

Polresta Bengkulu Ciduk Diduga Pelaku Begal Resahkan Warga Kota, 14 Orang Diamankan

84

Matabengkulu.com –¬† Keresahan dan tanda tanya warga Kota Bengkulu terkait aksi teror begal yang sebelumnya ramai beredar di media sosial akhirnya terhenti pada Kamis dini hari (26/10).

Ini setelah tim gabungan Polresta Bengkulu dan polres jajaran mengamankan 14 orang yang diduga pelaku begal. Dari tangan para pelaku, tim gabungan juga mengamankan sejumlah senjata tajam.

Informasi yang sudah tersebar dan juga viral, penangkapan dan penyergapan tersebut langsung dipimpin Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Aris Sulistyono.

Namun saat dikonfirmasi, Kapolresta Bengkulu belum memberikan jawaban resminya, termasuk untuk mengetahui motif serta modus para terduga pelaku.

Sebelumnya, netizen media sosial khususnya warga Kota Bengkulu dibuat heboh dan resah, dengan broadcast WhatsApp terkait aksi bandit dengan kekerasan atau begal ini. Diduga peristiwa tersebut tersebar lewat pesan berantai yang dikirim dan diteruskan beberapa kali ke banyak orang.

Sebelumnya dari data yang diperoleh matabengkulu.com, informasi kasus dugaan pembegalan yang viral di media sosial dan berhasil dikonfirmasi terjadi di Jalan Nangka Kelurahan Panorama Kota Bengkulu dengan korban bernama Alim (17).

Dijelaskan Alim, kejadian berawal saat ia sedang duduk di gang depan rumahnya. Saat itu dirinya duduk di atas motor sambil bermain handphone, kemudian menghubungi salah seorang teman.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba datanglah segerombolan pemuda sejumlah 9 orang, yang menaiki 3 unit motor dan tidak dikenal menghampirinya saat sedang sendirian.

Tanpa basa basi, pelaku langsung melakukan pemukulan hingga membacok korban dengan menggunakan senjata tajam hingga korban terjatuh ke siring.

Saat korban sudah tidak berdaya dan tidak ada seorang pun warga yang lewat, kemudian para pelaku langsung membawa kabur motor merek Yamaha Fino dan juga handphone milik korban.

Dengan mengalami sejumlah luka, korban kemudian bergegas pulang ke rumah, yang kebetulan jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi kejadian.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka gores di bagian belakang, diduga akibat terkena senjata tajam.

Tiba-tiba saja mereka menunjuk saya, kemudian langsung memukul saya di bagian kepala dan menendang saya hingga masuk ke siring. Waktu saya di siring itu mereka juga sempat menyabet saya dengan parang di bagian belakang, kemudian mereka mengambil motor dan handphone milik saya,” beber Alim saat Senin lalu dikonfirmasi matabengkulu.com.

Namun kejadian tersebut tidak langsung dilaporkan ke kepolisian pada malam itu. Kemudian pada pukul 05.30 WIB, orang tua korban yang melintas di depan Taman Kanak-kanak (TK) yang berada di jalan Nangka untuk membeli sayur, melihat motor Yamaha Fino milik sang anak ada di depan TK tersebut dalam kondisi tergeletak.

Namun saat ditemukan motor tersebut sudah tidak ada kunci kontaknya lagi. Jadi dibawa ke rumah ini didorong,” jelas orang tua korban.(id )