Beranda Ekonomi & Bisnis Solar B35 Amankah Untuk Kendaraan? Berapa Harganya?

Solar B35 Amankah Untuk Kendaraan? Berapa Harganya?

158

MataBengkulu.com – Mulai 1 Februari ini solar yang dijual di SPBU tidak seperti solar yang dijual tahun lalu sampai 31 Januari. Tahun lalu, solar yang dijual mengandung bahan bakar nabati (BBN) B30, sementara per 1 Februari nanti solar yang mengandung B35.

Karena perubahan kandungan tersebut, banyak pemilik kendaraan dengan bahan bakar solar mempertanyakan keamanan solar B35. Ada kekhawatiran solar B35 akan menurunkan performa mesin.

Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Dadan Kusniadi menjawab keraguan tersebut. Dikatakan Dadan, Kementerian ESDM menjamin penggunaan B35 tidak akan mengganggu performa kendaraan.

Bahkan Dadan mengaku Kementerian ESDM telah melakukan ujicoba menggunakan B40 sejak pertengahan tahun lalu. Hasilnya, tidak ada dampak buruk bagi kendaraan akibat menggunakan solar B40 tersebut.

Lalu apakah penerapan B35 berdampak pada harga jual? Jawabannya tidak. Harga jualnya sama seperti harga bio solar yang sekarang dijual di SPBU.

B35 merupakan bahan bakar minyak solar dengan campuran bahan bakar nabati jenis biodiesel. BBN jenis biodiesel ini dengan bahan baku minyak sawit. Artinya kandungan solar yang dipasarkan, 65 persen minyak bumi yang berasal dari fosil, dan 35 persennya merupakan minyak kelapa sawit.

Dengan menggunakan B35, manfaat yang didapati mengurangi emisi polutan dan meningkatkan kualitas udara lingkungan.Penggunaan B35 ini diputuskan dalam sidang kabinet paripurna 6 Desember 2022 lalu. Keputusan tersebut dilanjutkan penetapan alokasi biodiesel sepanjang tahun 2023 sebesar 16,65 juta kiloliter oleh Kementerian ESDM. Kebijakan ini dianggap mampu menyeimbangkan pasokan sawit di pasar global agar harganya tidak diperpanjang karena kelebihan pasokan.

Program B35 ini bukan-lah akhir bagi pemerintah. Karena jauh sebelum ini pemerintah sudah menetapkan program B80 dan B100. Pemerintah sedang mempersiapkan rencana ini, sehingga nantinya dalam beberapa tahun ke depan, targetnya bahan bakar yang dipasarkan 100 persen minyak kelapa sawit.(id.)