Beranda Daerah Tuntas Uji Mutu, Jembatan Elevated Tinggal Menunggu Jadwal Uji Pakai

Tuntas Uji Mutu, Jembatan Elevated Tinggal Menunggu Jadwal Uji Pakai

300

Matabengkulu.com –  Saat ini pembangunan jembatan Elevated Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu, sedang proses pengaspalan tahap finishing. Atau penyempurnaan jalan dengan melakukan pemadatan dan pemerataan jalan aspal agar lebih kuat, halus dan rapi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso menyampaikan, bangunan jembatan Elevated Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu, seminggu lalu telah dilakukan uji mutu. Uji mutu ini menggunakan alat digital forensik meliputi uji mutu getaran, kekuatan, dan  tekanan.

“Untuk uji mutu kita undang tim ahli dari UGM, ada profesor Amin untuk memeriksa kualitas. Setelah mereka menguji, baru kita lakukan uji coba,” imbuh Tejo Suroso.

“Mereka menggunakan alat digital, ada tim digital forensik dari UGM infrastruktur dan sudah dilakukan seminggu lalu. Sekarang pun sudah diaspal. Jadi, secara teknis termasuk sistem getaran, sistem tekanan, kekuatan puntir dan lain-lain. Kita tinggal lagi menunggu hasil. Di lapangan kondisi juga sudah 99 persen. Minggu depan kita rencananya melakukan ujicoba,” tambah Tejo.

Nantinya setelah jembatan elevated ini tuntas dan difungsikan, pemerintah juga harus rutin melakukan perawatan. Ada beberapa cara untuk melakukan perawatan jembatan, seperti dilakukan pemeriksaan non-destructive test, pengujian vibrasi dan pengambilan data 3D jembatan menggunakan metode Unmmaned Aerial Vehicle (UAV) atau Drone.

Jika dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kondisi performanya menurun, maka segera dilakukan perbaikan untuk mempertahankan Level of Service jembatan tersebut.

Jembatan pertama kali dibangun dengan sangat sederhana dan alami tanpa campur tangan manusia seperti kayu besar atau batu besar yang melintang di atas sungai. Dari sinilah manusia mempunyai ide untuk membangun konstruksi jembatan yang dari waktu ke waktu mengalami perkembangan.

Orang zaman dahulu membuat jembatan hanya menggunakan teknik potong dan coba. Pada perkembangannya, proses pembuatan jembatan tidak hanya mengandalkan kedua teknik tersebut.

Proses pembuatan jembatan sudah menggunakan berbagai macam teknik berupa penerapan ilmu pengetahuan sehingga dihasilkan jembatan yang kokoh, kuat, dan memiliki unsur keindahan.

Pada zaman purba, jembatan belum diakui sebagai hasil karya konstruksi karena pada zaman itu manusia purba menggunakan batang kayu tumbang untuk menyeberang sungai.

Manuia zaman purba melintasi sungai dengan memasang pilar-pilar batu, kayu gelondongan, atau pohon yang tumbang dengan bentang yang sangat pendek. Selain itu, mereka juga manfaatkan akar-akar atau ranting-ranting pohon sebagai jembatan gantung untuk bergelantungan melompati pohon satu ke pohon yang lain.

Jembatan beton mulai terkenal sejak tahun 1865 dengan bentang terpanjang yang pernah dicapai 78 meter. Konstruksi jembatan ini menggunakan gelagar beton bertulang. Jembatan Lengkung Sydney merupakan jembatan beton lengkung terpanjang yang pernah dibuat.(id.)